SELAIN PERKOKOH IMAN TELADANI PENDAHULU.
JANGAN SALAH selain perkokoh Iman maka teladani pendahulu kita. Unruk itu garisbawahilah apa yang secara diucapkan oleh Bang Asfan secara berulang ulang, bahwa PS ini digali dari peninggalan Bangsa Indonesia saendiri ketika mereka melakukan dakwah Islam di Indonesia dengan hasil yang sangat membanggakan yaitu tercapainya angka 90% penganut agama Islam justeru pada saat penduduk Indonesia itu sedang 95% mengalami Buta Aksara. Lalu apanya yang yang harus kita kagumi dari para ulama Indonesia, bahwa ketika berkat usaha keras ulama, ternyata tidak sia sia karena dalam kondisi 90% buta aksara ternyata 60-80 ummat Islam melek aksara Al Quran. Bibir mereka juga selain memiliki kemampuan membaca aksara Arab sebagau aksara Quran itu mereka juga mampu menghapat surah surah Al Quran dengan benar dan termasuk fasih di kalangan dunia, Masyarakat Islam Indonesia memeliki kemampuan yang klear dalam membanca Al Quran apalagi dibanding mereka yang ,e,ang dalam bahasa sehari haripun memang terkesan pelok'.
Di sisi lain, Rasulullah menganjurkan sahabat untuk memiliki keterampilan dalam berenang, memanah, naik kuda dan main pedang. Dari olahraga berenang dan memanah setidaknya sahabat mendaoatkan pengalaman bagaimana caranya berkolaborasi dengan alam, sedangkan anjuran para sahanat untuk berkuda maka berarti para sahabat didorong untuk memiliki kemampuan berkolaborasi dengan makhluk hidup dan bernyawa yang juga memiliki keinginan dan kenyamanan, sementara bermain pedang jelas terkait dengan keterampilan melindungi diri dan melindungi orang lain. Bila kita kaitkan anjuran Rasulullah SAW dengan keberhasilan mereka menguasai ekonomi di Indonesia pada saat itu maka dipastikan sejatinya ada sesuatu yang tersimpan dibalik olahraga yang lazim dilaksanakan para sahabat dalam memelihara kedamaian dalam kebersamaan dan keselamatan bersama lalu berkembang menjadi ketercapaian kesejahteraan bersama.
Ketika Allah SWT mewahyukan kepada Para Malaikat bahwa sesungguhnya Allah berencana akan menciptakan masnusia di muka bumi ini, dan nantinya bahwa manusia itulah akan menjadi khalifah di muka bumi ini. Artinya keberlangsungan kehidupan manusia itu akan sangat tergantung kepada kemampuan para manusia untuk bisa berinteaksi antara satu sama lain agar membuat prikehidupan kemanusiaan itu menjadi harmonis.
Tidak diperbolehkan adanya pihak pihak yang akan memaksakan kehendka dan keinginannya, kehdatipun kehendak dan keinginan itu menyenang bagi satu pihak, tetapi hal tersebut harus dicegah manakala justeru akan menjadi ancaman dan menyengsarakan pihak lain. Dan jurus jurus PS itu tidak terlepad dari apa yang diajarkan oleh Allah bahwa manusia sejatinya memiliki potensi untuk bisa menciptakan rasa nyaman dan aman. Walapun di sana ada politik, ada budaya, ada ekonomi ada sain dan teknologi dan lain sebagainya. tentu manusia harus berupaya jangan sampai karena politik, budaya ada ekonomi. ada sain dan teknologi dan lain sebagainya., yang mau tidak mau maka manusia nantinya akan terlingkungan berbagai hal antara lain tersebut di atas.
Meneladani para pendahulu yang telah menunjukkan keberhasilannya dengan prestasi yang luar biasa antara lain yaitu mampu membuat ummat ini 80% membukakan melek aksara ditengah tengah situasi yang memperihatinkan. yaitu yaitu buta aksara mencapai 90%. ini adalah situasi yang betul betul memprihatinkan. Melek aksara Quran ternyata menjadi start kemerdekaan dari buta aksara tersebut. Itu adalah suatu prestasi yang harus kita banggakan dan kita teladani, bisa jadi situasi yang sekarang berbeda dengan situasi dahulu, artinya situasi dahulu lebih sulit.
Tetapi situasi sekarang akan lebihj pelik karena berkembangnya sedemikian banyak pemikiran keagamaan atau keyakinan kebenaran, sehingga kita memiunta dimaklumi jika tak mencapai prestasi seperti dicapai oleh para pendahulu kitta. Kita harus mewaspadai bisa terjadi suatu pertgiliran, artinya gerkembangnya Islam di lain Negara atau Bangsa, tetapi boleh saja Isalam berkembang di sana, tetapi tak boleh terjadi dalam waktu bersamaan Islam memgalami kemerosotan di sini. Banrangkali itu akan kita temua dan hadapi sebagai ancaman masa depan, oleh karenanya kita tak boleh lengah. Wallohu a'lam bishowab.

Komentar
Posting Komentar