SAATNYA MEMBANGUN KARSA YANG BESAR, KATA BANG ZEN


SEBENARNYA  BANG Zen menyebutkan lengkap "Cipta, Rasa dan Karsa"  Tetapi kita akan mulai dari Karsa sambil mengenang Alamrhum Bang Asfan , semoga Beliau, Orang Tua dan Keluarganya diridhoi Allah SWT, Jika Bang Asfan menyebut Power maka Bang Zen sebagai penerusnya Menyebut Karsa. Karsa dan Power itu maknanya sama, cuma untuk melengkapi Bang zan menyebutnya berulang ulang secara lengkap, Cipta, Rasa dan Karsa. Karsa artinya Power. Itu sangat kita pahami karena bisa jadi Bang Zen menangkap gejala akan melemahnya Karsa karena kita agak lambat dalam membangun Karsa yang harus dimulai dari Cipta dan Rasa. Insya Allah hal ini akan dilakukan dalam beberapa tulisan, maka sambiul mengenang Jasa Bang Asfan dan kita harus selalu mendoakan beliau, mendoakan kediua orang tuanya dan semua keluarganya, bahkan keluarga besarnya. 

Kita juga harus menyadari dengan sebaik baiknya bahwa untuk membangun karsa atau power itu membutuhkan banyak hal, tetapi karena PS ini dibangun atas tiga trilogi yaitu Gerak Jurus, nafas dan lafaz. Trilogi ini yang harus kita perkuat karena ketiga hal itu yang dikembangkan di lingkungan PS  Sesungguhnya ketika Rasulullah menganjurkan kepada para sahabat untuk menguasai olahraga renang, memanah, kuda dan pedang. maka ketika itu akan dilakukan maka serta merta sahabat harus memiliki keterampilan dalam gerak dan nafas, dan para sahabatpun sudah sangat memahami bahwa semua gerak dan naf dalam beraktivitas itu harus berintikan Laailaaha Illallaah. Itulah yang diajarkan oleh Bang Asfan selaku Pendiri dan Guru Besar PS yang pertama. 

Bagaimana status hukumnya PS yang meliputi Gerak fisik, nafas dan lafaz itu maka di situlah peran ketiga Ulama Senior tempat Bang Asfan mengkonsultasikannya, Ketiga Ulama yang semoga dimuliakan Allah itu adalah Kiyai Ali Maksum (Tokoh NU), Buya Hamka  (Tokoh Muhammadiyah) dan AR Fachruddin (Tokoh Muhammaduah)  Pada saat OKI benar benar terasa sebagai ancaman Bani Para Ulama Islam  tampil lah Asfanuddin Panjaitan Muda mengkoordinari sejumlah Pemuda mengamankan tempat Kediaman  Kiyai Ali Maksum dan AR Fachruddin. Dengan demikian Para Tokoh Ulama tersebut di atas dengan segala kesabaran dan kasih sayangnya meminta Bang Asfan dan kawan kawan menjelaskan prihal jurus jurus PS itu dan langsung dipertunjukkan, baik gerak, nafas dan juga lafasnya di mana lafaz itu berisikan doa dan ikrar. Karena memang dalam PS yang diajarkan oleh Bang Asfan pada saat itu semua dalam satu kesatuan. Disaat jurus itu dilaksanakan, maka nafspun harus diatur dan pada saat yang sama lafas dan juga ikrar diucapkan walaupun tampa suara. Tetapi para ulama yang dimintai bimbingannya oleh Bang Asfan diminta mengucapkan lafaz dan ikrar secara bersuara dan jelas. 

Pada saat itu konon atau mungkin dugaan saya selaku penulis, sempat muncul kekhawatiran ketia apa yang dirubah oleh para Ulama yang dimintai Bang Asfan untuk melakukan  perubahan, utamanya penghapusan utamanya dari lafazm yaitu ikrar dan doa. Doa menurut UIslam hanya meminta kepada Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu,  dan Sumpah Setia Hanya kepada Allah Yang Maha Kuasda atas segala sesuatu. Semula mengejutkan karena ketika dilakukan ujicoba ulang  didapatkan ada penurunan pada aspek Karsa ataui  Power. Kekhawatiran itu tiba tiba menjadi punah ketika gerak jurus yang meragakannya diketahu  ada kesalahan dan kurang sempurnanya gerak. Dan setelah dialkukan perbaikan perbaikan gerak ternyta semua jurus yang diujicobakan keseluruhannya  dinyatakan sudah memenuhi target dan pada saat itu juga jurus dinyatajkan final, dari segi hal maksimal dan terlebih dari segi akidah dinyatakan oleh para ulama yang dimintai bantuan dinyatakan sesuai dengan ajaran, kaidah dan aqidah Islam. 

Dari hasil ujicoba setelah Bang Asfan bersama Staf Stafnya lakukan di bawah awasan dan arahan tiga Ulama dia atas maka pada saat itu juga dinyatakan bahwa jurus PS secara keseluruhan dinyatakan final. Dan tak membutuhkan berbagai perbaikan dalam unsur dan aspek yang sama. Dan memang hingga saat inipun di saat Bang Asfan selaku Guru Besar telah tiuada dan Guru Besar Pengganti adalah Bang Zen Panjaitan dan telah berjalan beberapa tahun ini semua berjalan lancar. Alhamdulillah. 

Dari kisah dan cerita tersebut di atas bisa diambil kesimpulan bahwa jurus, nafas dan lafaz dalam PS itu memiliki pungsi yang sangat berimbang, ketiga aspek tersebut tidak memiliki kwswimbangan maka kita akan mngalami kesulitan untuk menggunakan jurus, umpama kita memiliki pengetahuan dan intelektual  yang tinggi, umpama kita memang sering membaca lteraur yang terkat dan kita memiliki pemahaman dan wawasan yang sangat memadai, tetapi kita jarang berlatih secara fisik, maka kita akan gagal membangun karsa secara makimal, demikian juga manakala kita tak sempurna dalam membuat jurus, dengab pengetahuan yang mendalam kita akan memiliki pemahaman yang luas benar dan mendalam, demikian juga dengan kesempurnaan jurus dan nafas kita harus baik, dan perbaikan i perbaikan itu kita laksanakan melalui  pelatihan pelatihan ritin serta upayaupaya kita dalam lebih mndalami segala sesuatunya melalui berbagai literatur terkait keimanan.

Kekuatan. Power atau Karsa itu sangat dibutuhkan untuk mencapai  tujuan, dahulu Rasulullah SAW ketika akan mengembangkan Agama Islam di Kota Makkah tepatnya. Setidaknya selama dua tahun beliau terpaksa menguapauakan perkembangan Islam itu secara sembunyi sembunyi, dan dengan cara itu maka selama dua tahun pertama perkembangannya sangat tidaj mengembirakan, karena pesertanya  tidak sampai menghabiskan hitungan sepuluh jari.  Dakwah Rasulullah itu terhambat bukan hanya karena minimnya peserta, tetapi yang lebih berat adalah dihadang oleh Kekuasaan dan Kekuatan Ekonomi dan Budaya serta Kepercayaan  yang dianut masyarakat setempat. 

Upaya Rasulullah Muhammad SAW untuk melaksanakan dakwah kepada masyarakat Makkad dan sekitarnya benar benar dihambat oleh sejumlah Kekuatan yaitu Pimpinan Adat sebagai Penguasa yang sangat Kokoh,  selain itu juga dihadang Oleh Kumpulan Orang Kaya yang menguasai dunia Perniagaan dan Juga Pimpinan Penganut Agama setempat. Mereka memiliki kekuatan yang benar benar sulit terantisipasi oleh Ummat Islam yang memang masih sangat terbatas pada waktu itu. Pada saat itu Rasulullah  kekhusyukan berdoa pernah mengungkapkan rencananya untuk berupaya mengajak mereka yang memiliki kekuatan baik penagruh karena memiliki kedudukan karena memiliki ilmu yang luas dan atau memiliki kekuatan ekonomi untuk memperkuat barisan Islam. 

Bila diuraikan secara singkat bisa katakan agar ummat Islam yang pada saat itu masih memiliki daya cipta, rasa dan karsa  ummat Islam  agar memiliki kemampuan untuk melancarkan  dakwah di Makkah dan seklitarnya. Bayangkan, betapa kekutan kafir Makkah pada saat itu selalu memberikan intimidasi dan ancaman bagi siapa saja yang yang akan mencoba coba bergabung ke barisab Dakwaj Islam Rasulullah Muhammad SAW.  Tekanan tekanan dari kaun kafir kurais sangatlah beratnya bagi mereka yang  mencoba mendukuing Rasulullah SAW. 

Tetapi saya berkeyakinan, situasi di Makkah pada saat itu bukanlah dijadikan rujukan tunggal, tetapi PS didirikan dengan tidak melupakan situasi di Indonesia saendiri dan untuk itu hendaklah jangan kita hanya  berpatokan bahwa jumlah penganut agama Islam pada saat itu mencapai 90% ansich,  tetapi sesungguhnya apa yang dialami para Ulama dan Habib dab Kiyai di Indonesia juga tidak kalah heroik utaanya dari kalangan pengcau yang lebih mengutamakan keuntungan uang atau perhiasan dan terlebih lagi cendramata darik yang lain. 

Malai dari ulama, jama'ah peserta pengajian dan orang orang yang mendukungnya. sebenarnya selalu  saja  ditandai dengan kahadiran  para pihak yang tak menyukainya pada saat itu.  Bahkan konon kapanpun dan dimanapun, khususnya di Indonesia pada saat itu belum mencapai masa Kemerdekaan. Untuk kita jadikan bahan renungan lebih dalam bahwa ketika Islam berkembang di Indonesia yang pada saat itu belum lagi Merdeka adalah bahwa setiap seseorang yang diknal sebagai ulama pada saat itu atau pendakwah maka dipastikan kreteria seorang ulama atau pendakwah Islam dinegeri ini pada saat itu dipastikan merekja  adalah seorang yang memiliki ilmu Keislaman yang Tinggi dan Sekaligus juga sebagai seorang peniaga yang sukses, merangkap  Guru Bela diri, merangkap Pengobatan. 

Tokoh ini mempunyai karyawan yang banyak dan para karyawannya itulah yang diajak masuk Islam diwajibkan belajar mengaji, mengikuti ceramah atau pengajian yuang diselenggarakan sesuai jadwal dan para karyawan utu diwajibkan untuk mengikuti sholat bersama dan  dan lain lain kegiatan yang diharuskan untuk diikuti para karyawan sesuyai jadwal yang ditentukan. Dengan dukungan buku yang terbatas  dan pada umumnya buku buku itu ditulis dalam  tulisan Arab, tetapi umumnya mereka akan diketemukan dengan Kitab Al Quran walaupun dalam cara bertahap, dan di mulai dari Juz 'Amma. Sulitnya mereka untuk mendapatkan Kitab Quran secara sempurna karena harus bergiliran membacanya. Tetapi sangat menakjub ternyata tak mnjadi hambatan pagi  mereka untuk menghapal Al Quran terutama yang menjadi bagian dari bacaan sholat, dan mereka harus melakukan sholat sebanyak lima kali sehari semalam dan titambah dengan setidaknya Sholat Sunnat Qobliyah (sebelumnya sholat wajib) atau Ba'diyah (Sesudah Sholat wajib)

Mereka diajarkan Sholat itu intinya adalah Doa, sehingga dengan mudah bisa memahami bahwa banyak  lagi  sholat sunnat dikaitkan dengan doa doa atau permintaan tertentu, maka mereka mentradisikan diri untuk berlomba memperbanyak sholat sholat sunnat itul Lalu apa kaitannya sengan jurus jurus Prana Sakti. Ini antara lain yang membuat saya terhenyak ketika walaupun secara cepat seolah buru buru ketika Bang Zen menjelaskan tentang  hubungan sholat dengan Cipta Rasa dan Karsa, tetapi dalam kesempatan itu Bang Zen secara buru buru nebggarius bawahi apa yang sering disampaikan oleh Bang Asfan bahwa sebenarnya Inti Jurus PS adalah doa,  Jurus tertinggi PS adalah Sholat dan Inti Sholat adalah doa. Dalamilah itu Kata Bang Zen agar kita paham apa kaitan antara jurus PS dengan  Cipta Rasa dan Karsa.  

Seperti ada harapan dari Bang Zen bahwa Cipta Rasa dan Karsa itu harus dilaksanakan oleh para anggota PS secara utuh sehingga menghasilkan sesuatu yang besar. Jika dahulu para Ulama itu adalah selain menguasai ilmu Agama Islam juga mereka tercatat sebagai Saudagar atau peniaga yang Sukse dann dalam kekayaannya dimanfaatkan untuk menyebrkan agama Islam, selain itu para ulama dahulu selain memiliki Ilmu Agama juga sangat menguasai ilmu untuk membela diri , bahkan memahami pengobatan, bahwa artinya para Ulama juga  selain menguasai ilmu agama, juga harus  juga menguasai ilmu ulmu yang mendukung.  Walaupun memang para Ulama dan Ilmuanpun akan mengalami kesulitan  menguasai ilmu pendukung itu manakala tidak disertai upaya yang gigih dan tahan mengatasi hambatan dan kesulitan lainnya.   

Tetapi dari pesan Bang Zen maka yang paling penting bagi kita sebagai anggota PS harus benar benar melaksanakan apa yang disebut dengan istilah  Cipta Rasa dan Karsa tetapi bagi anggota PS maka semua usaha itu  tentu tidak terlepas dari Jurus Jurus PS yang meliputi Gerak Jurus, Sistem Pernafasan PS dan  juga Lafaz yang berisikan doa dan Ikrar PS.  Insya Allah dalam Kesempatan lain tulisan ini akan dilanjutkan.

Wallohu a'lam bishowab.  
















Komentar

Postingan populer dari blog ini

AL QURAN SEBAGAI GURU BESAR, RESMIKAN KITA SEBAGAI MURIDNYA.

KUMPULAN TULISAN TETNG PRANASAKTI